Sumba Photo

Stories

Ayo Dukung Kawan Baik Indonesia!

Let’s Here

Sumba Photo Stories

Kawan Baik hadir untuk berkontribusi dalam memberikan perubahan di daerah yang kurang memiliki akses, kami akan memetakan kebutuhan yang paling prioritas dari area tempat dimana program kami dijalankan.

Namun demikian, terkadang dalam pemetaan tersebut sulit untuk menentukan prioritas utama yang mendasar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan serta menetukan bagaimana solusi untuk membantu dalam mendapatkan akes akan kebutuhan mendasar yang menjadi prioritas.

Oleh karena itu, kami memulai sebuah program fotografi, sebuah proses kreatif dengan melibatkan anak-anak setempat untuk memahami dan memetakan kondisi sosial melalui perspektif mereka melalui lensa kamera foto. 

SUMBA PHOTO STORIES akan mengajarkan anak-anak setempat tentang fotografi, termasuk cara menggunakan kamera, mengambil foto dengan sudut dan komposisi yang baik, dan kemudian belajar membuat cerita yang baik dan benar dari foto yang mereka  abadikan,

dan diceritakan kembali di depan teman-teman mereka untuk mendapat masukan dan perbaikan terus menerus.

Kami akan meminjamkan mereka kamera dan membiarkan mereka mengambil gambar apa pun di sekitarnya saat kami terusmengasah kemampuan fotografi mereka melalui serangkaian pelatihan. Foto-foto tersebut diharapkan dapat menggambarkan kehidupan
yang nyata di lingkungan mereka, yang diproyeksikan melalui sudut pandang murni anak-anak.
Proyek ini akan dilakukan dalam tiga fase: pelatihan / lokakarya, pameran, serta evaluasi dan rencana aksi.

Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama lima bulan, dimulai dari akhir November 2019 hingga terselenggaranya pameran di bulan April 2020.

Post Terakhir

Awal Berani Bercerita

Awal Berani Bercerita

Dalam proses pelatihan Sumba Photo Stories, bercerita adalah salah satu kemampuan yang dilatih untuk setiap siswa, karena setiap siswa harus mampu untuk menceritakan foto yang dia rekam.

baca lainnya
Fase Pertama

Fase Pertama

Fase Pertama Sumba Photo Stories Proses pengenalan kamera, memotret dan pembelajaran bercerita Perkenalan Kamera dan Keberanian MencobaBagaimana cara memegang kamera, dan memasang tali di leher adalah hal pertama yang kami beritahukan kepada anak-anak, dan sering kami...

baca lainnya
Lapinu Tanpa Foto

Lapinu Tanpa Foto

Lapinu Tanpa FotoSaat bertemu anak-anak di kelas jauh Lapinu, kita bertanya tentang foto yang mereka miliki di rumah, dan ternyata tak ada satupun yang mengacungkan tangan bahwa mereka memiliki foto dirumahnya.Saat ini mereka mengikuti pelatihan #SumbaPhotoStories...

baca lainnya

Pelatihan & Pendampingan

Fase pertama dari proyek ini adalah mengadakan pelatihan dengan melibatkan kelompok yang terdiri dari sepuluh anak untuk belajar menggunakan kamera. Anak- anak akan membawa kamera dan menangkap gambar kehidupan mereka, tempat- tempat yang mereka kunjungi, rumah mereka, orang-orang yang mereka cintai, makanan yang mereka makan, dan segala sesuatu di sekitar lingkungan mereka.

Anak-anak akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi desanya, mengekspresikan diri mereka, untuk menemukan dan menganalisis hal-hal di sekitar mereka dengan perspektif baru.

Pada fase ini, anak-anak juga didorong untuk membuat cerita dari gambar yang telah mereka ambil dan menyampaikannnya di depan orang lain. Fase ini akan mengajarkan mereka bagaimana menciptakan narasi tentang apa yang ingin diceritakan di lingkungan mereka yang telah mereka tangkap di kamera, dan menjadi lebih percaya diri untuk mengutarakannya.

Beberapa manfaat dalam kegiatan ini: Pertama, dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini, mereka akan didorong untuk melakukan sesuatu yang baru, yang memungkinkan adanya perubahan perilaku atau pola pikir dari hari ke hari, 

ketika mereka mendapat evaluasi dan masukan dari teman-teman mereka sendiri, mereka akan belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Dari sudut pandang pendidikan, ini adalah kesempatan nyata bagi mereka untuk maju. 

Kedua, beberapa dari mereka mungkin akan terlihat ketertarikan dan minat dalam dalam seni dan fotografi,

dan mereka mungkin ingin terus belajar sesaat hingga setelah kegiatan berlangsung.

Hal ini adalah hal baik yang mungkin dapat dilanjutkan untuk kegiatan berikutnya. Pendidikan tentu saja yang paling penting, namun seni juga merupakan cara yang sangat baik untuk belajar dan mengasah otak.

Pameran

Setelah anak-anak merekam semua gambar melalui media foto dan tercipta cerita-cerita yang baik dari mereka, selanjutnya kita kumpulkan, dan menyiapkan pameran untuk membawa karya- karya mereka kepada publik.

Sebagai bagian yang juga penting dari kegiatan ini, kami berharap bahwa pameran ini akan membuat masyarakat yang lebih luas mengapresiasi karya anak-anak dan dapat lebih dalam melihat kondisi kehidupan keseharian di desa mereka.

Selain itu, pameran adalah cara yang baik untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa kegiatan ini sebagai ‘acara seni budaya’, karena orang biasanya lebih tertarik menghadiri acara semacam itu daripada sekadar menerima pemberitahuan melalui email.

Mereka akan melihat karya anak- anak, dan membuat mereka tertarik untuk membantu yayasan dalam tindak lanjut program di Sumba.

Evaluasi & Tindak Lanjut

Fase ketiga dari proyek foto ini adalah untuk mengevaluasi dan membuat rencana tindak lanjut untuk melaksanakan program-program Kawan Baik, berdasarkan data lapangan yang sebagiannya dihasilkan dari photo cerita anak- anak.

Bagi Kawan Baik, kegiatan ini adalah kesempatan untuk memahami masalah dari sudut pandang anak-anak. Dengan mengevaluasi hasil foto anak- anak, serta hasil pelatihan dan pameran, kita dapat menguraikan hal-hal yang paling penting dan mendesak untuk ditindaklanjuti.

Dengan demikian akan lebih mudah untuk mendapatkan prioritas pada program yang akan kita kembangkan berikutnya.

Penerima Manfaat

Kecamatan Kahaungu Eti memiliki total penduduk 8.909 orang, terdiri dari 4.522 pria dan 4.387 wanita, dengan luas 475,1 hektar dengan kepadatan populasi 18,75
orang/km2.*

Dalam kegiatan ini, Kawan Baik akan melibatkan sekitar 30 anak dari dua atau tiga desa di Kecamatan Kahaungu Eti. Mereka akan terlibat dalam rangkaian kegiatan pelatihan dan pameran.

Selain peserta pelatihan, terdapat juga penerima manfaat langsung lainnya dari kegiatan ini, termasuk

pemandu lokal, pendamping lokal, guru, anak-anak dari desa yang juga tertarik untuk belajar tentang fotografi, dan juga penduduk lokal yang terlibat dalam program kami.

Penerima manfaat secara tidak langsung dalam kegiatan ini adalah masyarakat luas yang akan mendapatkan informasi baru tentang sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan di Sumba terutama di Kecamatan Kahaungu Eti melalui media sosial dan website Yayasan Kawan Baik Indonesia dan Fair Future Foundation, serta mitra pendukung lainnya.

Selain itu, kegiatan ini juga akan memberikan informasi baru tentang sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan di Sumba melalui serangkaian pameran foto.

Rangkaian kegiatan ini akan menjadi langkah pertama bagi kami untuk dapat melibatkan lebih banyak orang dalam membantu dua program utama Yayasan Kawan Baik Indonesia, yang terdiri dari Pendidikan (Kawan Pintar ) dan Kesehatan (Kawan Sehat) di Sumba Timur.

Dengan melibatkan 30 anak yang mengikuti pelatihan fotografi, bertujuan untuk membawa dampak perubahan baik bagi lingkungan pendidikan sekolah, serta lingkungan disekitar mereka.

Mereka bebas merekam gambar dari lingkungan mereka dengan bimbingan dan konsep teknis dari fasilitator yang kemudian hasilnya akan dikurasi dan dipertajam informasinya, sehingga foto-foto tersebut dapat dibagikan sebagai media untuk berbagi pengetahuan tentang pentingnya nutrisi, kebersihan, kesehatan, dan pendidikan kepada masyarakat luas.

* (Sumber Badan Pusat Statistik: Sumba Timur
dalam Gambar 2018)

It’s just very good friends, it’s our story and they are the ones who created it!

Kawan Baik Indonesia

Hubungi Kami

Alamat

Jl. Danau Poso No.51A, Sanur, Br. Semawang, Kota Denpasar, Bali 80228

Pin It on Pinterest

Share This